Thursday, December 13, 2012

Essay Competition


-----------------------------------------------------------------------------------------
Etnik Budaya Dalam Fashion

Fashion, bagaikan maha karya yang tak pernah usai. Fashion selalu berkembang mengikuti perubahan jaman. Bahkan, dapat dikatakan bahwa fashion selalu berputar seiring berjalannya waktu dan kembali lagi mengikuti arus yang ada.  Tidak peduli pria atau wanita, muda ataupun tua, semua orang menyukai fashion. Seakan-akan  fashion tak pernah mengenal batasan. Batasan untuk siapapun, kapanpun, dan dimanapun.
Hal inilah yang dapat menjadikan fashion sebagai lahan bisnis yang menguntungkan, karena bisa dipastikan tak ada seorangpun di dunia ini yang tidak menyukai fashion dan ingin “ketinggalan jaman”. Terutama kaum muda (remaja). Mengapa remaja? Hal ini disebabkan pada masa remajalah, seseorang ingin diakui dan dihargai keberadaannya oleh orang lain. Oleh karenanya mereka selalu berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Salah satu caranya dengan merias diri atau selalu mengikuti “trend” yang sedang berkembang. Selain itu sifat “labil” yang dimiliki remaja membuat mereka mudah terpengaruh untuk mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungannya. Peluang inilah yang semakin menguatkan bahwa bisnis fashion sangat menguntungkan, tentunya jika di pasarkan pada pasar yang tepat (dalam hal ini remaja). Butik maupun social media dapat kita jadikan sebagai wadah untuk menekuni bisnis fashion ini.
Saat ini budaya asli Indonesia mulai dilupakan oleh para remaja lantaran mereka lebih memilih budaya barat sebagai style berbusana mereka, padahal budaya asli Indonesia jauh lebih unik. Kain sogan, kain tenun, batik-batik di Jawa,  motif – motif etnik dari toraja maupun tanah timur Indonesia memiliki daya jual dan keunikan tersendiri. Jika paduan etnik dan kebudayaan dari seluruh Indonesia kita jadikan sebagai line, tema atau keunikan khas butik atau usaha fashion, pasti akan memiliki nilai tersendiri.
Dalam essay ini kami tidak hanya menekankan keuntungan material yang dapat diperoleh dari berbisnis fashion. Remaja yang telah dipilih sebagai sasaran pasar juga akan lebih diperkenalkan dengan Budaya Indonesia, dengan cara menginovasikan produk dengan unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang tentunya tetap dapat dipadupadankan dengan unsur modern, agar remaja Indonesia tidak terkesan kuno saat memakainya. Dengan kata lain tidak hanya keuntungan materi saja yang dapat diperoleh melainkan keuntungan secara spiritual juga dapat didapatkan melaui produk yang dipasarkan.

No comments:

Post a Comment