-----------------------------------------------------------------------------------------
Etnik Budaya Dalam Fashion
Fashion, bagaikan maha karya yang tak
pernah usai. Fashion selalu berkembang mengikuti perubahan jaman. Bahkan, dapat
dikatakan bahwa fashion selalu berputar seiring berjalannya waktu dan kembali
lagi mengikuti arus yang ada. Tidak peduli pria atau wanita, muda ataupun
tua, semua orang menyukai fashion. Seakan-akan fashion tak pernah
mengenal batasan. Batasan untuk siapapun, kapanpun, dan dimanapun.
Hal inilah yang dapat menjadikan fashion sebagai lahan bisnis
yang menguntungkan, karena bisa dipastikan tak ada seorangpun di dunia ini yang
tidak menyukai fashion dan ingin “ketinggalan jaman”. Terutama kaum muda
(remaja). Mengapa remaja? Hal ini disebabkan pada masa remajalah, seseorang
ingin diakui dan dihargai keberadaannya oleh orang lain. Oleh karenanya mereka
selalu berusaha untuk mendapatkan hal tersebut. Salah satu caranya dengan
merias diri atau selalu mengikuti “trend” yang sedang berkembang. Selain itu
sifat “labil” yang dimiliki remaja membuat mereka mudah terpengaruh untuk
mengikuti perubahan yang terjadi di lingkungannya. Peluang inilah yang semakin
menguatkan bahwa bisnis fashion sangat menguntungkan, tentunya jika di pasarkan
pada pasar yang tepat (dalam hal ini remaja). Butik maupun social media dapat
kita jadikan sebagai wadah untuk menekuni bisnis fashion ini.
Saat ini budaya asli Indonesia
mulai dilupakan oleh para remaja lantaran mereka lebih memilih budaya barat
sebagai style berbusana mereka, padahal budaya asli Indonesia jauh lebih unik. Kain
sogan, kain tenun, batik-batik di Jawa, motif – motif etnik dari toraja maupun tanah
timur Indonesia
memiliki daya jual dan keunikan tersendiri. Jika paduan etnik dan kebudayaan
dari seluruh Indonesia
kita jadikan sebagai line, tema atau keunikan khas butik atau usaha
fashion, pasti akan memiliki nilai tersendiri.
Dalam essay ini kami tidak hanya
menekankan keuntungan material yang dapat diperoleh dari berbisnis fashion.
Remaja yang telah dipilih sebagai sasaran pasar juga akan lebih diperkenalkan
dengan Budaya Indonesia,
dengan cara menginovasikan produk dengan unsur-unsur kebudayaan Indonesia yang tentunya tetap dapat
dipadupadankan dengan unsur modern, agar remaja Indonesia tidak terkesan kuno saat
memakainya. Dengan kata lain tidak hanya keuntungan materi saja yang dapat
diperoleh melainkan keuntungan secara spiritual juga dapat didapatkan melaui
produk yang dipasarkan.
No comments:
Post a Comment